Slider 01 Slider 02 Slider 03 Slider 04 Slider 05
This is an example of a HTML caption with a link.

Tujuh Kebiasaan Buruk Bagi Kesehatan

05-02-2013 08:56

Image 01

1. Tidur sebelum membersihkan riasan           

Jika Anda lagi mujur, tidur dengan wajah penuh riasan hanya akan meninggalkan satu atau dua jerawat. Namun jika terus melakukannya, maka pori-pori wajah akan tertutup dan bakteri pun berkembang.

Penjahat utamanya adalah foundation, kata Elissa Lunder, pemilik Dermatology Partners, Inc. di Massachusetts. Dalam beberapa kasus, Elissa telah melihat orang yang tumbuh jerawat batu di wajah mereka.

Elissa menambahkan, tertidur dengan maskara dapat membuat mata bengkak. Jadi, jangan lupa membilas wajah Anda! Hindarkanlah diri dari infeksi dan penyakit lainnya.

Jika Anda beraktivitas sampai larut dan bangun dengan kondisi mata lebam, maka bilaslah wajah dengan pembersih dan seka wajah sebersih-bersihnya. Hindari penggunaan skrub wajah, karena akan membuat kulit mengalami iritasi, kata Elissa.

2. Mengenakan sepatu datar lalu berganti sepatu berhak

“Ada anggapan, sepatu flat lebih baik ketimbang sepatu hak tinggi,” kata Megan Leahy, ahli penyakit kaki di Bone and Joint Institute di Chicago. “Sepatu ballerina yang pas dengan kaki justru bisa lebih buruk karena tidak memberi kestabilan atau bantalan yang baik.” 

Megan mengatakan, penyakit yang umum yang sering menyerang wanita yang mengenakan sepatu rata adalah radang jaringan otot pada bagian bawah kaki. Para pengguna sepatu berhak tinggi juga bisa mengalami masalah serupa, mulai dari terkilir sampai patah pergelangan kaki gara-gara jatuh saat mengenakan sepatu itu.

Menurut Megan, mengenakan sepatu yang tidak tepat untuk jangka waktu yang lama bisa membuat kaki merasa sakit, membuat Anda menjalani terapi fisik, bahkan injeksi kortison.

Mungkin Anda bakal jadi kurang trendi, namun Megan menyarankan Anda mengenakan sepatu olahraga saat pergi dan pulang bekerja. Setelah seharian mengenakan sepatu hak, luangkan waktu sejenak untuk melakukan peregangan betis di dinding, khususnya sebelum Anda melakukan latihan kebugaran.

3. Tidur tanpa melepas lensa kontak

Tidur tanpa melepas lensa kontak adalah masalah besar karena tidak hanya mengakibatkan mata kering. “Aku telah menangani ribuan penyakit infeksi selama bertahun-tahun dan 95 persen di antaranya menimpa orang yang tertidur sambil mengenakan lensa kontak,” kata Robert Cykiert, dokter mata di NYU Langone Medical Center, New York.

“Anda berisiko infeksi kornea dari 300 persen sampai 1000 persen akibat tertidur sambil mengenakan lensa kontak.”

Beberapa pasien yang parah terpaksa harus menjalani transplantasi kornea. Tidur dengan lensa kontak juga membuat Anda mengalami papillary conjunctivitis, yaitu alergi terhadap lensa kontak.

Simpan lensa kontak Anda dalam kondisi bersih dan higienis. Selalu cuci tangan Anda dan gunakan disinfektan sebelum mengambil lensa.

Hanya dengan melakukan dua hal sederhana ini Anda bisa mengurangi risiko tertidur menggunakan lensa kontak, karena mata Anda tidak akan dihinggapi bakteri yang terjebak sepanjang malam. Jika Anda bangun dan mata Anda iritasi, maka pakai saja kacamata guna memberi waktu memulihkan mata Anda. Selanjutnya, gunakan lensa kontak sekali pakai bila perlu.

4. Lupa membersihkan gigi dengan benang pembersih (dental floss) setiap hari

Sikat gigi sulit membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Marc Liechtung, dokter gigi di Manhattan Dental Arts di New York mengatakan bahwa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan mengikis email gigi serta menyebabkan gigi keropos. Selain menyebabkan gigi berlubang, hal itu juga menyebabkan sakit gusi, akar kanal pada gigi, bahkan tanggalnya gigi.

Makanlah makanan yang bernutrisi (serta mengurangi makanan manis). Selain itu, Marc juga menganjurkan untuk menggosok gigi tiga kali sehari, dan selalu menjauhi makanan manis. Gunakan benang pembersih  sebelum tidur sehingga tidak akan ada sisa makanan yang yang menyebabkan kerusakan gigi saat Anda tidur.

5. Terlalu sering makan makanan cepat saji

Memakan makanan cepat saji dua kali sebulan sih tidak masalah, kata Kathy McManus, anggota badan kesehatan FITNESS sekaligus direktur departemen nutrisi di Brigham Women's Hospital di Boston.

Namun jika terlalu sering, maka Anda akan mengalami kelebihan berat badan dan mengalami ganguan kesehatan. Makanan cepat saji mengandung sedikit nutrisi dan mengandung banyak kalori, lemak jenuh serta sodium. Roti dan sajian lainnya kebanyakan jarang mengandung sayur-sayuran.

Meski sajian tersebut mengandung protein, namun sajiannya biasanya berupa roti dan dikeringkan, porsinya pun berlebihan.  “Penelitian menunjukan bahwa Anda bisa cenderung menjadi pecandu makanan yang mengandung garam, gula, dan lemak serta terus mengidam-idamkan sajian tersebut ,” kata Kathy. “Makanan cepat saji memiliki semua kombinasi kandungan tersebut.”

Kathy bilang, catatlah berapa banyak makanan cepat saji yang Anda santap selama dua pekan. Kemudian, kurangi konsumsi makanan cepat saji menjadi satu-dua kali sepekan. Ambil langkah sederhana, seperti membawa bekal berupa apel saat bekerja.

6. Terlalu banyak alkohol

Kita sering bersenang-senang seusai beraktivitas, namun meminum alkohol secara  berlebihan bisa mengakibatkan efek samping yang tidak menyenangkan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), meminum alkohol berlebihan bisa mengganggu siklus menstruasi dan meningkatkan risiko gangguan kesuburan, keguguran, kematian bayi, serta kelahiran prematur.

CDC menemukan bahwa wanita yang minum alkohol berlebihan cenderung berhubungan seks dengan tidak aman bersama banyak pasangan, memicu risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit seksual. Selain memiliki risiko penyakit lever yang lebih tinggi dibanding kaum pria, CDC juga melaporkan bahwa meminum alkohol meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorakan, hati, usus besar serta payudara pada wanita.

Jadi berapa tingkat konsumsi yang wajar? Menurut Kathy, yang wajar untuk wanita adalah satu kali minum dalam sehari (14 gram alkohol murni dalam sehari). Jika Anda merasa khawatir, tulis saja berapa banyak alkohol yang Anda konsumsi dalam dua pekan sebelumnya, lalu kurangi jumlah konsumsi Anda berikutnya jika sebelumnya terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

7. Jarang olahraga

Kurang berolahraga bisa memengaruhi berat tubuh Anda. Patricia Moreno, anggota badan penasihat FITNESS sekaligus penulis “The IntenSati Method”, mengatakan bahwa olahraga tidak hanya mengurangi ketegangan, kelelahan, dan berat badan Anda, tapi juga bisa mengubah suasana hati.

Coba uji apa yang disarankan Patricia di rumah Anda: apakah Anda dapat bangkit dari tempat duduk Anda tanpa bantuan tangan?. Bisakah Anda mengangkat dan menahan papan selama satu menit? Jika tidak, ini saatnya Anda harus bangkit dan melatih otot. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mengalahkan sindrom malas Anda:

Langkah 1: Tentukan gaya hidup apa yang ingin Anda terapkan. Tanyakan pada diri Anda sendiri, “Apa yang ingin aku lakukan pada pekan ini?” Meski sekadar berjalan kaki selama lima menit, mulailah dari sekarang, catat, dan terus lakukan.

Langkah 2: Bertanggungjawab. Pasang tujuan latihan kebugaran Anda di Facebook sehingga orang-orang yang ada di sekitar Anda mengetahuinya, lalu terus tingkatkan tujuan Anda.

Langkah 3: Terbiasalah melakukan sesuatu setiap hari. Lakukan berbagai hal dan cobalah berselancar, mengikuti kelas tari, berjalan-jalan, naik-turun tangga, atau berbagai hal lainnya yang membuat Anda melakukan kegiatan mendasar secara teratur.

 

sumber : http://id.she.yahoo.com/-tujuh-kebiasaan-buruk-bagi-kesehatan-022852736.html




Back

Photo Gallery

About

Yayasan Rumah Sakit Charitas yang menaungi Rumah Sakit Myria telah menetapkan Visi Rumah Sakit yaitu menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat di Sumatra Selatan dalam Pelayanan Kesehatan.